Senin, 26 November 2018

Log Server Firewall

LOG SERVER FIREWALL FIREWALL


1.      Pengrtian Loglist Firewall
Loglist server firewall yaitu mendata semua aliran data , data yang masuk pada level aplikasi di server . 
2.      Analisis Laporan Hasil Kerja Server Firewall
Pada tahap pengujian sistem keamanan yang telah dibangun, disini saya akan menjelaskan mengenai hasil laporan pengujian PC Router sebagai Firewall menggunakan 2 aplikasi, yaitu :
1.      NMap
2.      Hping3
1.      Nmap (Network Mapper)
Nmap digunakan untuk melakukan port scan/port sweep yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi/reconnaissance terhadap komputer target yaitu layanan apa saja yang disediakan oleh komputer target atau web server Private Cloud.
Pada pengujian sistem keamanannya dilakukan dua kali percobaan (percobaan 1 dan 2) yang masing-masing percobaan menggunakan fitur Nmap TCP Connect () Scan, yang dimana scan ini mengirim paket TCP utuh (SYNSYN_ACK-ACK) pada komputer target kemudian periksa hasil data log sistem keamanan terhadap scan tersebut. Untuk dapat melakukan Nmap TCP Connect () Scan, ketikkan perintah berikut pada terminal: Nmap –sT 192.168.10
2.      Hping3 
           Hping3 digunakan untuk melakukan serangan DOS (Denial Of Service) yang berupa ICMP Flood yang dimana bertujuan untuk membanjiri komputer target dengan paket ICMP_ECHO_REQUEST yang berjumlah sangat banyak sehingga dapat menghabiskan resource (CPU Usage) yang dimiliki komputer target.
           Untuk pengujian sistem keamanannya dilakukan dua kali percobaan ICMP Flood yang masing-masing dilakukan selama 30 detik terhadap webserver cloud dan periksa hasil data log sistem keamanan serta dampak yang dihasilkan pada web server, dalam hal ini CPU Usage web server cloud. Untuk dapat melakuan ICMP Flood menggunakan Hping3, ketikkan perintah berikut pada terminal:
hping3 –p 80 --flood –-icmp 192.168.1.10
            Agar proses analisa data log dari setiap keadaan pengujian lebih efisien dan mudah dianalisa, maka untuk setiap pengujian file log akan dihapus kemudian dibuat kembali, serta log daemon serta sistem keamanan yang digunakan direstart. Ini agar dalam setiap pengujian paket yang di-log oleh Iptables/Psad dapat berjumlah hingga ribuan paket sehingga dapat menyebabkan kesulitan dalam menganalisa data log dari setiap keadaan pengujian pada PC Router. Serta sampel log yang diambil adalah paket yang berada di urutan terakhir agar lebih memudahkan serta efisien dalam menganalisa paket tersebut.
Paket yang di log merupakan paket yang memiliki prefix sebagaimana berikut :
·         “INVALID PKT “ Paket yang termasuk/memiliki prefix ini adalah paket yang tidak sesuai/invalid dengan state yang ada. Artinya tidak termasuk kedalam koneksi apapun yang berjalan/ada pada server.
·         “SPOOFED IP “ Paket yang memiliki prefix ini adalah paket yang berasal dari LAN 1 yang memiliki alamat sumber sama dengan alamat IP dari LAN 2.
·         “DROP PKT “ Paket yang memiliki prefix ini adalah paket yang tidak sesuai dengan rules yang ada pada firewall.
·         “ICMP FLOOD “ Paket yang memiliki prefix ini adalah paket yang terdeteksi sebagai paket DOS ICMP Flood.
3.      Pengujian PC Router sebagai Firewall
Pada pengujian PC Router sebagai Firewall, fitur keamanan firewall yang digunakan yaitu Iptables. Dimana firewall Iptables sudah terkonfigurasi dan diatur paket-paket apa saja kah yang diijinkan masuk kedalam jaringan/web server dan mana yang tidak (rules and policy). Paket yang tidak sesuai dengan rules/policy yang diterapkan akan di log dan data log tersebut akan dianalisis.
a.      Pengujian Menggunakan Nmap
Digunakan Nmap TCP Connect Scan () untuk melakukan port scan/sweep terhadap web server cloud dan melihat hasilnya apakah firewall berfungsi dengan baik. Berikut merupakan hasil tampilan dari Nmap ketika firewall diterapkan.
  
Gambar 7.1
Pada tampilan hasil scan Nmap pada gambar diatas (Gambar 7.1), didapatkan hasil bahwa Nmap telah melakukan Port Scan pada web server selama 17,48 detik dan layanan (service) yang ada pada web server cloud adalah untuk http (port 80), https (port 443) dan DNS (port 53). Tetapi yang dalam keadaan terbuka (open/tersedia pada web server tersebut) adalah layanan untuk http dan https (port 80 dan 443), sedangkan untuk layanan DNS (port 53), walaupun pada web server ada layanan untuk DNS tetapi web server tidak menyediakannya untuk client karena dalam keadaan tertutup (closed).
Berikut merupakan hasil data log Iptables terhadap port scan yang dilakukan oleh Nmap.

Gambar 7.2
Pada tampilan Gambar 7.2 diatas, didapatkan hasil bahwa Iptables telah melakukan log berjumlah 2006 paket yang dimana paket-paket tersebut berasal dari port scan yang dilakukan oleh Nmap yang sebelumnya (Gambar 7.1). Paket tersebut di log dan drop oleh Iptables karena tidak sesuai dengan rules dan policy yang diterapkan pada firewall. Hasil analisa ini didapat dari Prefix paket yang dilog tersebut yaitu “DROP PKT”, seperti yang digambarkan pada Gambar 7.2 diatas dan detil isi paket pada Gambar 7.3.

Gambar 7.3
Pada Gambar 7.3 diatas merupakan sampel paket yang di-log oleh Iptables. Isi sampel paket tersebut berupa nilai-nilai yang ada pada TCP/IP header yang dimiliki oleh paket tersebut. Untuk penjelasan detil mengenai sampel paket log Iptables seperti yang digambarkan pada Gambar 7.3 akan dijelaskan di bagian lampiran.
Ketika dilakukan scan nmap kembali kepada web server private cloud, paket yang di-log oleh Iptables bertambah dari yang asalnya 2006 paket, menjadi 4012 paket. Dengan kata lain, setiap nmap TCP Connect Scan Iptables dapat melakukan log paket 1990-2020 paket.
b.      Pengujian menggunakan Hping3
Untuk melakukan serangan DOS, digunakan tools hping3 yang dimana tipe DOS yang dilakukan adalah ICMP Flood. Ketikkan perintah berikut pada terminal dan perhatikan hasil nya pada server dan data log sistem keamanan ketika firewall Iptables diterapkan

Gambar 7.4
Dari Gambar 7.4 diatas didapatkan hasil bahwa selama 30 detik, hping3 mengirimkan paket ICMP_ECHO_REQUEST kepada web server sebanyak 4381686 paket dan paket tersebut 100% Loss. Ini karena hping3 dalam melakukan ICMP Flood, hanya mengirimkan paket yang berisi ICMP_ECHO_REQUEST saja kepada web server tanpa menghiraukan balasan dari web server cloud tersebut (ICMP_ECHO_REPLY) atas permintaan Attacker tersebut. Ini didapatkan dari Gambar 7.4 tersebut yang dimana ada keterangan 0 packets received. Berikut merupakan hasil log dari Iptables terhadap ICMP Flood yang dilakukan.

Gambar 7.5
Pada gambar 4.6 tersebut, dijelaskan bahwa Iptables telah melakukan paket log pada ICMP Flood tersebut sebanyak 64 paket. Yang dimana sebagian besar paket tersebut memiliki log prefix “ICMP Flood”. Ini artinya Iptables telah mendeteksi suatu serangan DOS berupa ICMP Flood dan kemudian paket ICMP tersebut di log dan drop oleh Iptables. Pada Gambar 4.6 dan 4.5 didapatkan hasil bahwa hping3 telah melakukan ICMP Flood dengan mengirimkan paket sebanyak 4381686 paket, tetapi paket yang di-log oleh Iptables hanya berjumlah 64 paket. Terjadinya perbedaan jumlah paket yang dikirim dan di-log oleh firewall ini karena keterbatasan kemampuan seberapa cepat Iptables menghasilkan sebuah pesan log. Dengan kata lain, karena Iptables menulis pesan log terlebih dahulu kepada sebuah Ring Buffer di dalam kernel, sehingga apabila traffic rate yang terjadi sangat cepat untuk menyebabkan penulisan ulang pesan yang ada pada Ring Buffer, sebelum pesan yang lama ditulis pada file log yang digunakan (/var/log/hasil-log.log), maka pesan tersebut akan hilang sebelum dikirim ke file log yang digunakan karena tertimpa pesan log yang baru.
Analisa ini didapat dengan cara melihat waktu log Iptables, bahwa rata-rata Iptables dalam 1 detik hanya dapat melakukan log paket sejumlah 2-4 paket, dan apabila dalam 30 detik maka Iptables hanya dapat melakukan log paket rata-rata sekitar sebanyak 60-80 paket. Sedangkan hping3 selama 30 detik menghasilkan sebanyak 4381686 paket, dan apabila dihitung hping3 dalam 1 detik menghasilkan/mengirimkan sebanyak 146056 paket. Sehingga terjadi perbedaan yang begitu besar antara pihak yang hanya mengirimkan paket yaitu Attacker PC dengan pihak yang menerima paket yaitu PC Router. Akibatnya adalah perbedaan jumlah paket yang di log oleh Iptables dengan paket yang dihasilkan oleh hping3. Berikut merupakan pengaruh/dampak yang terjadi pada CPU Usage web server private cloud terhadap serangan ICMP Flood tersebut.
Gambar 7.6
Pada Gambar 7.6 diatas didapatkan bahwa ketika ICMP Flood dilakukan terhadap web server private cloud, web server tidak terpengaruh terhadap serangan tersebut. Ini dibuktikan dengan CPU Usage web server yang bernilai 0- 1%.
Ketika dilakukan serangan ICMP Flood kembali, jumlah paket yang di-log oleh Iptables bertambah dari yang sebelumnya berjumlah 64 paket menjadi 130 paket. Sehingga setiap pengujian menggunakan ICMP Flood pada web server, dalam 30 detik Iptables mampu melakukan log terhadap serangan tersebut sebanyak 60-80 paket.

Kebutuhan Persyaratan Alat alat untuk Membangun Server Firewall - Keamanan Jaringan

KEBUTUHAN PERSYARATAN ALAT ALAT UNTUK MEMBANGUN SERVER FIREWALL

A. Pengertian server firewall
     Firewall adalah sistem keamanan jaringan komputer yang digunakan untuk melindungi komputer dari beberapa jenis serangan dari komputer luar. Secara umum Firewall digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapapun yang memiliki akses terhadap jaringan privat dari pihak luar.

B. Filtering firewall
     Packet Filtering merupakan mekanisme yang dapat memblokir packet-packet data jaringan yang dilakukan berdasarkan peraturan yang telah ditentukan.
Packet Filtering umumnya digunakan untuk memblokir lalu-lintas yang mencurigakan yang datang dari alamat IP yang mencurigakan, nomor port TCP/UDP yang mencurigakan, jenis protokol aplikasi yang mencurigakan, dsb.

Jenis jenis packet filtering :

1. Static Packet Filtering : jenis paket jenis filter yang diimplementasikan pada kebanyakan router, dimana modifikasi terdapat aturan-aturan filter yang harus dilakukan secara manual.
2. Dynamic Packet Filtering : apabila proses-proses tertentu disisi luar jaringan dapat merubah aturan filter secara dinamis berdasarkan even-even tertentu yang diobservasi oleh router (sebagai contoh: paket FTP dari sisi luar dapat diijinkan apabila seseorang dari sisi dalam me-request sesi FTP)

C. Proxy


Proxy yaitu  sebuah komputer server yang menyediakan suatu layanan untuk meneruskan setiap permintaan user kepada server lain yang terdapat di internet. Atau definisi proxy server yang lainnya yaitu suatu server atau program komputer yang mempunyai peran sebagai penghubung antara suatu komputer dengan internet.

Cara kerja Proxy server prinsip kerja proxy server sangatlah sederhana, saat user menggunakan layanan suatu proxy lalu meminta file atau data yang terdapat di public server (internet) maka proxy akan meneruskannya ke internet jadi seolah-olah proxy tersebut yang memintanya. Dan saat proxy server telah mendapatkan apa yang diminta oleh user, proxy akan memberikan respon kepada user jadi seolah-olah dialah public servernya.

D. Peralatan pembangun Server Firewall
Persyaratan yang perlu diperhatikan dalam membangun server firewall antara lain :
1. Proses inspeksi Paket
2. Koneksi dan Keadaan Koneksi
3. Stateful Packet Inspection
4. Melakukan autentikasi terhadap akses

Langkah langkah membangun server firewall
1. Mengidenftifikasi bentuk jaringan yang dimiliki.
Mengetahui bentuk jaringan yang dimiliki khususnya topologi yang di gunakan serta protocol jaringan, akan memudahkan dalam mendesain sebuah firewall.


2. Menentukan kebijakan.
Penentuan Kebijakan merupakan hal yang harus di lakukan, baik atau buruknya sebuah firewall yang di bangun sangat di tentukan oleh kebijakan yang di terapkan. Diantaranya:
menentukan apa saja yang perlu dilayani.
menentukan individu atau kelompok yang akan dikenakan kebijakan tersebut.
menentukan layanan yang akan dibutuhkan oleh pengguna jaringan.
3. Menyiapkan software atau hardware yang akan digunakan, baik itu operating system yang mendukung atau software khusus pendukung firewall seperti ipchains, atau iptables pada linux, dsb. Serta konfigurasi hardware yang akan mendukung firewall tersebut.


4. Melakukan tes konfigurasi
Pengujian terhadap firewall yang telah selesai dibangun haruslah dilakukan, terutama untuk mengetahui hasil yang akan kita dapatkan, caranya dapat menggunakan tool - tool yang biasa dilakukan untuk mengaudit seperti nmap. Bastion Host adalah sistem/bagian yang dianggap tempat terkuat dalam sistem keamanan jaringan oleh administrator atau dapat disebut bagian terdepan yang dianggap paling kuat dalam menahan serangan, sehingga menjadi bagian terpenting dalam pengamanan jaringan, biasanya merupakan komponen firewall atau bagian terluar sistem publik. Umumnya Bastion Host akan menggunakan sistem operasi yang dapat menangani semua kebutuhan (misal , Unix, linux, NT).

Audit Server - Sistem Operasi Jaringan

1. Fungsi Audit Server pada Sistem Operasi Jaringan

Istilah audit sistem informasi umumnya digunakan untuk menjelaskan dua jenis aktivitas berbeda yang terkait dengan komputer, yaitu menjelaskan proses pengkajian ulang dan mengevaluasi pengendalian internal dalam sebuah sistem pemrosesan data elektronik. Tujuan dan tanggung jawab utama dari auditor eksternal adalah untuk menilai kewajaran dari laporan keuangan sebuah entitas usaha.
Tipe fungsi audit tersedia dalam suatu paket GAS, yang didaftarkan dalam uraian sebagai berikut:
  • Penyulingan data dari file
  • Kalkulasi dengan data
  • Melakukan perbandingan dengan data
  • Peringkasan data
  • Penelitian data
  • Menyusun kembali data
  • Pemilihan data sample untuk pengujian
  • Pengumpulan data statistik
  • Pencetakan konfirmasi permintaan, analisis, dan keluaran lain.

2. Proses Audit Server pada Sistem Operasi Jaringan

a.Proses Auditing
Lima tahap suatu audit keuangan adalah meliputi: perencanaan audit, persiapan penilaian struktur pengendalian internal, pengujian tahap pengendalian dari audit, tahap pengujian substantif dari audit, dan pelaporan audit.
Proses audit untuk jaringan komputer akan semakin kompleks jika sistemnya semakin besar dan terintegrasi satu sama lainnya. Untuk mempermudah hal tersebut, teknik audit terhadap jaringan komputer harus di break-down berdasarkan layer-layer dari 7-layer pada Open System Interconnection (OSI). Pendekatan auditnya dapat dilakukan dari dua arah, yaitu pendekatan Top-down dan pendekatan Bottom-up.
b.Proses Audit Operasional Departemen Pemrosesan
Kemajuan audit ini melalui beberapa langkah berikut ini :
1) Tahap Perencanaan Audit
Penting bagi auditor memperoleh dan meninjau ulang latar belakang informasi atas unit, aktivitas, atau fungsi yang akan diaudit. Auditor perlu mengumpulkan informasi dari klien untuk memperoleh suatu pemahaman menyangkut departemen DP dan sasaran hasilnya.
2) Tahap Survei Persiapan
Survei ini membantu auditor untuk mengidentifikasi area permasalahan, area sensitif, dan operasi yang rumit atas kesuksesan audit dari departemen DP.
3) Tahap Audit yang Terperinci
Kunci aktivitas untuk menguji dan mengevaluasi sepanjang tahap audit yang terperinci meliputi :
  1. organisasi menyangkut fungsi pengolahan informasi
  2. praktek dan kebijakan sumber daya manusia
  3. operasi komputer
  4. pertimbangan implementasi dan pengembangan sistem
  5. pengoperasian sistem aplikasi.
4) Pelaporan
Pada penyelesaian dari audit operasional, suatu laporan dibagi-bagikan ke manajemen dan panitia audit perusahaan. Isi dari laporan ini bervariasi menurut harapan manajemen.
5) Memeriksa apakah ada fungsi manajemen Jaringan yang kuat dengan otoritas untuk membuat standar dan prosedur
6) Memeriksa apakah tersedia dokumen mengenai inventarisasi peralatan Jaringan, termasuk dokumen penggantian peralatan
7) Memeriksa apakah tersedia prosedur untuk memantau network usage untuk keperluan peningkatan kinerja dan penyelesaian masalah yang timbul
8) Memeriksa apakah ada control secara aktif mengenai pelaksanaan standar untuk aplikasi-aplikasi on-line yang baru diimplementasikan.

3. Hasil Audit Server pada Sistem Operasi Jaringan

  • Untuk memonitor setiap perubahan pada konfigurasi kemanan jaringan
  • Untuk mengetahui siapa saja yang mengakses file-file tertentu.
  • Untuk memonitor aktifitas dari sejumlah user jaringan
  • Untuk menyimpan rekaman kegiatan login dan logout berdasarkan tanggal dan waktu

Langkah langkah Penguatan Host - Materi Keamanan Jaringan

LANGKAH LANGKAH PENGUATAN HOST (HOST HARDENING)

langkah-langkah penguatan host hardening

A. Pengertian Host Hardening
Host Hardening adalah Prosedur yang meminimalkan ancaman yang datang dengan mengatur konfigurasi dan menonaktifkan aplikasi dan layanan yang tidak diperlukan. Contoh dari Host Hardening yaitu Instalasi firewall, instalasi antivirus, menghapus cookie, membuat password , menghapus program yang tidak diperlukan.
Tujuan dari Host Hardening adalah untuk menghilangkan resiko ancaman yang bisa terjadi pada komputer.

B. Elemen Host Hardening
1. Hardening System: Security Policy (Keamanan Berdasarkan Penggunaannya)
2. Hardening System: Kriptografi (Menyimpan Suatu Pesan Secara Aman)
3. Hardening System: Firewall
4. Hardening System: IDS (Mendeteksi Jenis Serangan dan melakukan Blokade)
5. Hardening System: Backup
6. Hardening System: Auditing System
7. Hardening System: Digital Forensik dan Penanganan Pasca Insiden


C. Dasar Pengamanan di Host
1. Enkrpsi/Deskripsi
Teknologi enkripsi Adalah Data-data yang anda kirimkan diubah sedemikian rupa sehingga tidak mudah disadap.
2. Firewall
Firewall bekerja dengan mengamati paket IP (Internet Protocol) yang melewatinya. Berdasarkan konfigurasi dari firewall maka akses dapat diatur berdasarkan IP address, port, dan arah informasi.
3. Logs
Fungsi Logs untuk melihat aktifitas yang terjadi dan kemungkinan besar dapat melakukan antisipasi apabila terlihat beberapa aktifitas yang mencurigakan terjadi.
4. IDS (Intrusion Detection System)
IDS akan mendeteksi jenis serangan dari "signature" atau "pattern" pada aktifitas jaringan. Bahkan dapat melakukan blokade terhadap traffic yang mencurigakan, IDS dapat berupa IDS berbasiskan jaringan komputer atau berbasiskan host.
5. Intrusion Prevention System (IPS)
Intrusion Prevention System (IPS) adalah sistem yang banyak digunakan untuk mendeteksi dan melindungi sebuah sistem keamanan dari serangan oleh pihak luar maupun dalam.
6. Honeypot
"HoneyPot" adalah server "umpan" yang merupakan pengalih perhatian. Tujuan dari honeypot adalah “HoneyPot” tidak menjalankan layanan sebagaimana umumnya server tetapi berpura-pura menjalankannya sehingga membiarkan para penyusup untuk berpikir bahwa mereka benar-benar adalah "server" yang sesungguhnya. Sehingga dapat mengetahui metode yang digunakan dari penyusup.
7. Configuration
Konfigurasi yang hati-hati akan membantu untuk bertahan terhadap kemungkinan serangan yang terjadi.
8. Antivirus
Anti virus merupakan software yang dibuat untuk mengatasi virus yang menyerang keamanan sistem jaringan komputer.

Software Yang digunakan Untuk Hardening
1. Basille Linux
Program hardening Bastille mengunci OS, secara aktif melakukan konfigurasi sistem untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi kerentanannya.
Bastille mensupport Red Hat (Fedora Core, Enterprise, and Numbered/Classic), SUSE, Debian, Gentoo, dan Mandrake dengan HPUX.
User/administrator diperbolehkan untuk memilih cara malakukan hardening pada OS. Pada setting default hardeningnya, Bastille akan menanyakan apakah user memiliki pertanyaan.
2. JASS untuk Solaris systems
SolarisTM Security Toolkit, yang dikenal juga dengan JumpStartTM Architecture and Security Scripts (JASS) toolkit, menyediakan mekanisme yang fleksibel dan ekstensibel untuk meminimasi, melakukan hardening, dan mengamankan sistem Solaris Operating Environment systems.
3. Syhunt Apache/PHP Hardener
Syhunt Apache/PHP Hardener digunakan untuk melakukan evaluasi ancaman keamanan dan identifikasi countermeasure yang sesuai pada tahap konfigurasi web server, sehingga menyediakan proteksi ekstra terhadap web hacking dan merupakan level tertinggi keamanan aplikasi.

Sistem Keamanan Jaringan yang Di butuhkan - Keamanan Jaringan

SISTEM KEAMANAN JARINGAN YANG DIBUTUHKAN

Keamanan jaringan komputer adalah salah satu pusat perhatian dalam keamanan jaringan dengan mengendalikan access terhadap resources jaringan. Bukan saja sekedar mengontrol siapa saja yang boleh mengakses resources tersebut, pengontrolan akses ini juga harus memanage bagaimana si subject (user, program, file, database, computer, dll, atau lebih tepatnya infrastruktur jaringan kita).

1. Tujuan Sistem Keamanan Jaringan

a. Availability (ketersediaan)
Ketersediaan data atau layanan dapat dengan mudah dipantau oleh pengguna dari sebuah layanan. Yang dimana ketidaktersediaan dari sebuah layanan (service) dapat menjadi sebuah halangan untuk maju bagi sebuah perusahaan dan bahkan dapat berdampak lebih buruk lagi, yaitu penghentian proses produksi. Sehingga untuk semua aktifitas jaringan, ketersediaan data sangat penting untuk sebuah system agar dapat terus berjalan dengan benar.

b. Integrity (integritas)
Jaringan komputer yang dapat diandalkan juga berdasar pada fakta bahwa data yang tersedia apa yang sudah seharusnya. Jaringan komputer mau tidak mau harus terlindungi dari serangan (attacks) yang dapat merubah dataselama dalam proses persinggahan (transmit).
Man-in-the-Middle merupakan jenis serangan yang dapat merubah integritas dari sebuah data yang mana penyerang (attacker) dapat membajak "session" atau memanipulasi data yang terkirim. Didalam jaringan komputer yang aman, partisipan dari sebuah "transaksi" data harus yakin bahwa orang yang terlibat dalam komunikasi data dapat diandalkan dan dapat dipercaya. Keamanan dari sebuah komunikasi data sangat diperlukan pada sebuah tingkatan yang dipastikan data tidak berubah selama proses pengiriman dan penerimaan pada saat komunikasi data.
Ini tidak harus selalu berarti bahwa "traffic" perlu di enkripsi, tapi juga tidak tertutup kemungkinan serangan "Man-in-the-Middle" dapat terjadi.

c. Confidentiality (kerahasiaan)
Ada beberapa jenis informasi yang tersedia didalam sebuah jaringan komputer. Setiap data yang berbeda pasti mempunyai grup pengguna yang berbeda pula dan data dapat dikelompokkan sehingga beberapa pembatasan kepada pengunaan data harus ditentukan. Pada umumnya data yang terdapat didalam suatu perusahaan bersifat rahasia dan tidak boleh diketahui oleh pihak ketiga yang bertujuan untuk menjaga rahasia perusahaan dan strategi perusahaan .
Backdoor, sebagai contoh, melanggar kebijakan perusahaan dikarenakan menyediakan akses yang tidak diinginkan kedalam jaringan komputer perusahaan. Kerahasiaan dapat ditingkatkan dan didalam beberapa kasus pengengkripsian data atau menggunakan VPN. Topik ini tidak akan, tetapi bagaimanapun juga, akan disertakan dalam tulisan ini.
Kontrol akses adalah cara yang lazim digunakan untuk membatasi akses kedalam sebuah jaringan komputer. Sebuah cara yang mudah tetapi mampu untuk membatasi akses adalah dengan menggunakan kombinasi dari username-dan-password untuk proses otentifikasi pengguna dan memberikan akses kepada pengguna (user) yang telah dikenali . Didalam beberapa lingkungan kerja keamanan jaringan komputer, ini dibahas dan dipisahkan dalam konteks otentifikasi.

2. Cara Pengamanan Jaringan
a. Autentikasi
Proses pengenalan peralatan, system operasi, kegiatan, aplikasi dan identitas user yang terhubung dengan jaringan komputer. Autentikasi dimulai pada saat user login kejaringan dengan cara memasukkan password.
Tahapan Autentikasi
1. Autentikasi untuk mengetahui lokasi dari peralatan pada suatu simpul jaringan (data link layer dan network layer)
2. Autentikasi untuk mengenal sistem operasi yang terhubung ke jaringan(transport layer)
3. Autentikasi untuk mengetahui fungsi / proses yang sedang terjadi disuatu simpul jaringan (session dan presentation layer)
4. Autentikasiuntukmengenaliuser danaplikasiyang digunakan(application layer)

b. Enkripsi
Teknik pengkodean data yang berguna untuk menjaga data / file baik didalam komputer maupun pada jalur komunikasi dari pemakai yang tidak dikehendaki. Enkripsi diperlukan untuk menjaga kerahasiaan data.
Teknik Enkripsi
DES (Data Encription Standard)
RSA (Rivest Shamir Adelman)

3.   Ancaman pada System Keamanan Jaringan

DOS/DDOS merupakan bentuk serangan pada jaringan yang dapat menghabiskan sumber daya.
Paket Sniffing adalah prinsip dasarnya pencurian  jenis ini adalah bahwa semua koneksi ethernet yang bersifat broadcast.
IP Spoofing adalah model serangan yang bertujuan untuk menipu seseorang. Dilalui dengan cara mengubah alamat asal sebuah paket sehingga dapat melewati firewall yang telah dipasang.
DNS Forgery adalah melakukan data-data DNS. Seseorang penyerang membutuhkan informasi sebagai berikut  : Nama identitas pertanyaan,  Port tujuan pertanyaan, Alamat IP, DNS, resolver, Informasi yang ditanyakan, Waktu pertanyaan.
DNS Cache adalah memanfaatkan cache dari setiap server DNS yanh merupakan tempat penyimpanan sementara data-data domain.
Worm adalah program yang menyebar sendiri dengan cara mengirimkan dirinya sendiri ke sistem (mengandalkan dirinya sendiri).
Virus adalah program yang dapat menyisipkan dirinya sendiri ke obyek lainnya, seperti : file executable (*exe) dan beberapa jenis dokumen yang digunakan (file nya dihacker).
Trojan adalah jenis ancaman ini sangat berbahaya.
Junk Mail adalah ancaman ini adalah dengan adanya surat sampah akan memperbesar kapasitas inbox email, sehingga email lain yan g penting tidak dapat masuk karena kapasitas inbox telah penuh.
Exploit adalah sebuah perangkat lunak yang menyerang kerapuhan keamanan (security vulnerability) yang spesifik namun tidak selalu bertujuan untuk melancarkan aksi yang tidak diingnkan.
Vulnerability adalah suatu sistem yang memungkinkan seorang penyerang untuk melanggar integritas sistem itu. Kerentanan memungkinkan  akibat lemahnya : password, software bug, sebuah virus komputer atau malware, skrip kode injeksi, sebuah SQL injection atau misconfiguration.
Hacking adalah suatu tindakan untuk memperoleh akses ke suatu sistem menggunakan kelemahan yang ada di sistem itu sendiri.
Social engineering adalah pemerolehan informasi atau maklumat rahasia/sensitif dengan cara menipu pemilik informasi tersebut, umumnya dilakukan melalui telepon atau internet. Social engineering merupakan salah satu metode yang digunakan oeh hacker untuk memperoleh informasi tentang targetnya, dengan cara memintainformasi langsung kepada korban pihak lain yang mempunyai informasi tersebut.
Digital signature adalah jenis kitogafi arsimetik. Untuk pesan yang dikirim melalui saluran yang aman, baik yang dilaksanakan tanda tangan digital penerima memberikan alasan untuk percaya bahwa pesan yang dikirim oleh pengirim yang diklaim.
Defeced adalah satu serangan di sebuah situs web yang berubah tampilan visual situs tersebut
Patch adalah sebagian kecil dari perangkat lunak yang dirancang untuk memperbaiki masalah dengan memperbarui program komputer atau data pendukung. Walaupun dimaksudkan untuk memperbaiki masalah, baik yang dirancang, patch kadang-kadang dapat memperkenalkan masalah
Cracker adalah individu yang mencoba masuk ke dalam suatu sistem komputer tanpa ijin (authorisasi), individu ini biasanya berniat jahat/buruk. Sebagai kebalikan dari hacker dan biasanya mencari keuntungan dalam memasuki suatu sistem.
Attack adalah serangan terhadap suatu sistem terhadap proses penyampaian informasi.
Spamming (spam) adalah sebagai email yang tak diundang ini, newsgroup, atau pesan diskusi forum, bisa merupakan iklan dari vendor atau bisa berisi kuda Trojan. Spam pada umumnya bukan merupakan serangan jaringan akan tetapi hampir mirip DoS.

Ancaman dan Serangan terhadap Keamanan Jaringan - Materi Keamanan Jaringan

ANCAMAN DAN SERANGAN TERHADAP KEAMANAN JARINGAN

Serangan fisik keamanan jaringan adalah serangan yang terjadi pada hardware jaringan.
Serangan logic keamanan jaringan adalah serangan yang terjadi pada perangkat lunak  jaringan” seperti data” dokumen” database” aplikasi dan lain-lain.
Serangan fisik terhadap keamanan jaringan
1. Gangguan pada Kabel
2. Kerusakan Harddisk (Bad Sector)
3. Data tak tersalurkan dengan baik
4. Koneksi tak terdeteksi
5. Akses yang bukan pengguna
6. Kerusakan alat alat jaringan



Serangan logic terhadap keamanan jaringan
1. DoS (Denial of Service) adalah Serangan pada Sistem dengan cara menghabiskan Resource pada Sistem
2. Request  Flooding adalah Serangan dengan cara membanjiri banyak Request pada Sistem yang dilayani Host sehingga Request banyak dari pengguna tak terdaftar dilayani oleh layanan tersebut.
3. Deface adalah adalah Serangan pada perubahan tampilan.
4. Social Engineering  adalah Serangan pada sisi sosial dengan memanfaatkan kepercayaan pengguna.Hal ini seperti fake login hingga memanfaatkan kelemahan pengguna dalam sosial media.
5. Malicious Code adalah Serangan dengan menggunakan kode berbahaya dengan menyisipkan virus, worm atau Trojan Horse.
6. Packet Sniffer adalah Serangan Menangkap paket pada lalu lintas data jaringan.
7. SQL Injection adalah Hacking pada sistem komputer untuk mendapat akses Basis Data pada Sistem
8. Traffic Flooding adalah serangan pada keamanan jaringan dengan membanjiri Traffic atau lalu lintas jaringan.
9. Spofing adalah memasukkan alamat web dengan membuat web yang identik dengan web aslinya untuk mendapatkan username dan password.

Kebijakan Penggunaan Jaringan

KEBIJAKAN PENGGUNAAN JARINGAN

Kebijakan Penggunaan Jaringan
Pengertian kebijakan penggunaan jaringan adalah rencana atau acuan untuk mempengaruhi dan menentukan keputusan penggunaan jaringan. Tujuan Keamanan jaringan computer adalah untuk mengantisipasi resiko jaringan komputer berupa bentuk ancaman fisik maupun logic baik langsung ataupun tidak langsung sehingga mengganggu aktivitas yang sedang berlangsung dalam jaringan computer. Kebijakan pengguna jaringan dibagi menjadi kebijakan organisasi, etika menggunakan  jaringan dan kebijakan mengakses computer.
Kebijakan organisasi
Kebijakan organisasi adalah suatu kebijakan instansi atau lembaga dalam ruang lingkup keamanan jaringan untuk akses pada sistem jaringan di tempat tersebut, berikut merupakan contoh beberapa kebijakan penggunaan jaringan pada sebuah organisasi.
1. Tata kelola sistem komputer
2. Pengaturan kerapian pengkabelan
3. Pengaturan akses wifi
5. Sinkronisasi antar sub-organ
6. Manajemen sumber daya
7. Maintenance secara berkala

Etika Menggunakan Jaringan
Suatu Penerapan Konsep benar / salah serta sikap tanggung jawab dalam menggunakan jaringan
1. Memahami Akses Pengguna
2. Memahami kualitas daya Organisasi
3. Pengaturan penempatan sub-organ


Kebijakan Mengakses Komputer

Dalam suatu kebijakan pengguna jaringan” tidak jarang juga terdapat kebijakan pengguna saat mengakses computer” diantaranya adalah :

1. Manajemen pengguna
Pengertian manajemen pengguna adalah pengelompkan client atau sehingga antara kelompok dari client satu dan kelompok lainnya memiliki hak akses dalam jaringan yang berbeda.Sebagai contoh user siswa dan user guru ketika mengakses jaringan di sekolah maka user guru mendapatkan bandwidth yang lebih besar dibandingkan dengan user siswa.

2. Manajemen sistem komputer

3. Manajemen Waktu akses
Pengertian manajemen waktu akses adalah suatu kebijakan yang terkadang digunakan dijaringan seperti kantor dan sekolah, cara kerja dari kebijakan tersebut adalah pemblokiran akses diwaktu waktu tertentu, sebagai contoh ada beberapa kantor yang menutup akses ke facebook, twitter dan sosial media lainnya di jam kerja.